Showing posts with label MURAI. Show all posts
Showing posts with label MURAI. Show all posts

Sunday, November 13, 2016

Pakan Murai Biar Gacor dan Ngeplong Suaranya

Makanan Murai Batu Biar Gacor – Selain cucak ijo, lovebird dan kenari, murai batu juga tergolong sebagai salah satu pengicau kontes premium. Pasalnya disamping memiliki perawakan dengan ekor panjang yang indah nan menawan,  burung bernama ilmiah Copsychus malabaricus ini ternyata juga mempunyai gacoran yang lantang (ngeplong) dan cukup menjanjikan. Sehubungan dengan suara murai batu yang mana banyak dibilang mumpuni, adapun beberapa variasi kicau yang mampu dilantunkan olehnya antara lain ngalas, nembak, ngerol, ngekek dan sebagainya.
Makanan Murai Batu Biar Gacor dan Ngeplong
Makanan Murai Batu Biar Gacor (mediabnr.com)
Untuk memperoleh murai batu yang bersuara ngeplong dengan banyak variasi, tentunya bukanlah perkara gampang. Bisa dibilang begitu sebab selain pola perawatan murai batu dan setelan makanan murai batu gacor yang diberikan setiap harinya juga menjadi kunci utama yang paling berpengaruh besar terhadap keberhasilan. Apabila rawatan dan makanan murai harian sudah diberikan dengan baik, benar, teratur, rutin, konsisten dan sesuai degan karakter burung, niscaya hasil yang lebih memuaskan akan lekas diperoleh. Namun jika beberapa hal tersebut kurang diperhatikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau penampilan burung akan cenderung biasa-biasa saja.
Advertisement
Sehubungan dengan pola perawatan, setelan dasar yang kerap diterapkan oleh para pencetak murai batu juara, sebenarnya tidaklah beda jauh dengan rawatan harian yang diberikan oleh kebanyakan kicau mania pada umumnya. Semisal dengan rutin memandikan di pagi dan sore hari, kemudian dijemur, selalu menjaga kebersihan kandang dan setelan tambahan lainnya seperti pemasteran misalnya. Sedangkan untuk makanan murai batu sendiri, sesungguhnya juga tidak terlalu neko-neko. Bisa begitu sebab beberapa asupan bernutrisi tinggi yang bisa berikan antara lain EF seperti aneka serangga kecil, kroto, ulat, cacing tanah, ikan kecil, dan pakan buatan berupa voer.
Jangkrik
Jangkrik tergolong sebagai salah satu pakan murai batu yang paling utama sekaligus merupakan pakan alami saat ia berada di alam bebas. Di dalam jangkrik terdapat kandungan nutrisi yang sangat diperlukan oleh burung, termasuk protein. Itu sebabnya agar burung lebih sehat dan gacor, maka ada baiknya jika selalu memenuhi kebutuhan protein-nya dengan cara rutin memberikan jangkrik setiap harinya.
Adapun hal perlu diperhatikan ketika hendak memberikan pakan murai batu serangga ini adalah dengan menyisihkan atau memotong bagian-bagian yang sulit untuk dicerna oleh burung. Dan beberapa bagian yang sebaiknya dipotong lebih dulu ialah kepala, kaki dan bulu atau sayap jangkrik. Selain keras sehingga sulit untuk dicerna, bagian tersebut juga berisiko melukai tenggorokan burung jika tetap dikonsumsi.
Belalang
Hampir sama halnya dengan jangkrik. Dimana di dalam belalang juga mengandung kadar protein yang sangat berperan bagi tumbuh kembang burung. Selain itu, tidak sedikit yang beranggapan kalau belalang dinilai memiliki kandungan protein lebih tinggi dibanding jangkrik. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua jenis belalang bisa diberikan. Ada beberapa jenis belalang tertentu yang mengandung racun sehingga bahaya jika dikonsumsi oleh burung.
Sebagaimana yang telah dimuat dari laman omkicau.com, jenis belalang beracun yang sebaiknya tidak diberikan adalah yang berwarna hitam, merah atau berbintik. Sedangkan untuk jenis belalang yang dapat diberikan yaitu yang berwarna hijau. Belalang hijau bisa kita temukan pada dedaunan hijau khususnya di areal persawahan. Disamping itu, adapun bagian-bagian yang harus dipotong terlebih dahulu karena sulit untuk dikonsumsi antara lain bagian kepala, bulu atau sayap dan kaki belalang.
Orong-orong
Jenis makanan murai batu yang berupa serangga kecil ini tidak jauh berbeda dengan belalang dan jangkrik, yaitu sama-sama mengandung protein tinggi. Namun khusus untuk pemberiannya harus lebih berhati-hati. Pasalnya pada bagian kepala orong-orong terdapat gigi yang cukup tajam. Jika tidak dipotong lebih dulu sebelum diberikan, maka tidak menutup kemungkinan kalau bisa menggigit tenggorokan burung. Selain itu, kaki dan bulu atau sayapnya juga harus disisihkan.
Kroto
Memberikan kroto banyak dipercaya bahwa mampu menjaga atau bahkan meningkatkan suhu panas tubuh burung. Karena bisa meningkatkan suhu panas, maka ada baiknya jika pemberian lebih diperhatikan. Kalau hal itu diabaikan dan suhu panas pada tubuh burung jadi meningkat tidak pada semestinya, tentu hal ini akan cenderung menimbulkan dampak yang kurang baik.
Suhu panas yang meningkat tidak semestinya akibat pemberian kroto berlebihan, banyak diyakini bahwa bisa membuat burung jadi mabung tidak pada waktunya. Selain itu, over birahi juga termasuk efek kurang bagus yang disebabkan oleh kroto yang diberikan secara berlebihan. Kedua keadaan kurang mengenakan tersebut, atau lebih tepatnya mabung tidak pada waktunya dan over birahi juga dapat menjadikan burung cenderung enggan untuk berkicau.
Ulat
Ulat merupakan pakan murai batu yang memiliki kandungan protein tinggi selain belalang dan sebagainya. Sedangkan untuk jenisnya yang bisa diberikan antara lain ulat bambu atau bumbung, kayu, pisang, pohon, ulat hongkong, dll. Khusus untuk ulat hongkong, karena pemberian yang berlebihan dapat memicu penyakit katarak, maka sebaiknya lebih diperhatikan.
Berbeda dengan ulat hongkong yang mana sangat berisiko jika diberikan secara berlebihan, ulat bambu atau ulat bumbung justru bisa membawa dampak yang lebih merujuk pada hal-hal baik. Ulat bumbung banyak diberikan oleh para kicau mania guna menurunkan tingkat birahi terhadap burung yang birahinya terlalu over.
Cacing Tanah
Tidak hanya burung punglor saja yang gemar mengkonsumsi pakan cacing tanah ini, akan tetapi burung murai juga begitu meyukainya. Makanan murai batu yang berupa cacing, sebaiknya selalu diperhatikan kesterilan-nya. Sebelum disajikan supaya lebih steril cacing bisa dibersihkan dengan cara direndam pada air bersih. Untuk menghindari hal-hal yang cenderung kurang baik semisal gangguan pencernaan, maka jangan berikan cacing yang kondisinya sudah tidak segar, terlebih lagi kalau itu sudah membusuk.
Ikan Guppy
Dibalik keindahannya ternyata ikan guppy menyimpan kadar protein yang cukup tinggi sehingga bagus untuk diberikan sebagai makanan tambahan aneka macam jenis burung berkicau, termasuk cendet begitu juga murai batu. Selain bagus untuk dikonsumsi karena kandungan protein tinggi dan tulangnya yang lunak, ikan guppy juga dipercaya mampu menetralisir burung yang sedang berkondisi drop maupun stres.
Voer atau Poor
Meskipun bukan termasuk sebagai pakan murai batu alami, akan tetapi makanan murai batu buatan ini juga sangat bagus untuk diberikan karena kandungan nutrisinya. Selain protein, di dalam poor juga terdapat mineral dan nutrisi-nutrisi lain yang belum tentu ada pada makanan murai batu yang berupa alami. Itu sebabnya agar mampu melengkapi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh burung, maka alangkah baiknya jika voer selalu tersedia.
Untuk jenis voer yang umum diberikan kepada burung dari genus Copsychus ini ialah yang berkadar protein sedang antara 12-18 %. Diluar itu tidak menutup kemungkinan kalau bisa sesuai untuk diberikan. Namun yang perlu lebih diperhatikan adalah pada pemberian poor yang mana harus konsisten. Jika sering mengganti merk voer beserta kadar protein-nya, hal ini bisa membuat bulu burung jadi tampak cenderung kusam atau pudar.

Jenis Jenis Burung Murai dan Asalnya

Murai Batu merupakan salah satu jenis burung istimewa yang keberadaannya sudah sangat populer di Indonesia. Selain Cucak Jenggot, Kenari dan Lovebird, burung dengan ekor panjang ini juga sudah menjadi perbincangan lama para pecinta kicau saat ini. Bagaimana tidak, selain mempunyai perawakan indah, jenis burung yang juga dikenal dengan nama Kucica Hutan tersebut juga memiliki kicauan gacor keras dan luar biasa sambil teler . Mungkin berawal dari itulah, mengapa para penggila dari burung yang bernama latin Copsychus malabaricus ini begitu kagum. Entah itu penggemar murai batu Medan, Nias, Lampung, Aceh maupun Borneo (Kalimantan).
Sayangnya kepopuleran berbagai macam jenis Murai Batu tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang ada. Dimana keberadaan murai batu sudah terancam punah, entah karena pemburu liar atau murni sebab kerusakan lingkungan. Hal ini juga pernah diungkapkan lembaga Konservasi Internasional (IUCN), bahwa untuk burung Murai Batu di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus karena jumlahnya sudah semakin berkurang. Tanpa berselang lama semua jenis burung penyanyi dari genus Copsychus Malabaricus ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hewan yang dilindungi.
Advertisement
Terlepas dari itu semua, untuk wilayah penyebaran Murai Batu sudah hampir merambah ke seluruh negara di Asia. Di Indonesia sendiri ia bisa ditemui di Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Tentunya di setiap pulau penyebaran tersebut, terdapat beragam jenis Murai Batu yang mempunyai karakter suara dan tampilan fisik yang berbeda-beda. Salah satu burung ekor panjang yang paling terkenal yang berasal dari kota Menara Air Tirtanadi, Medan. Selain dari Medan tentunya ada yang berasal dari Kalimantan yang tidak kalah hebat masalah telernya. Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh seputar kucica hutan di tanah Air, berikut beberapa jenis murai batu lengkap dengan gambar yang bisa Anda simak.

1. Murai Batu Medan

gambar murai batu medan
Murai Batu Medan (mikozawa1 – twitter.com)
Seperti namanya, Murai Batu ini besaral dari Medan. Ia mempunyai ciri khusus pada bagian ekornya yang melengkung panjang. Bentuk ekor yang tipis tersebut bisa memanjang sampai 27 sampai 30 cm. Power kicauan yang dimiliki keras dan melengking. Ditambah lagi Murai Medan ini dikenal sebagai burung petarung yang mempunyai mental pemberani. Saat mendengar kicauan lain pada saat di alam liar ia tidak segan mengembangkan dada dan perutnya yang sebagian masyarakat Pulau Jawa menamainya dengan istilah Ndegek dan Ngobra.

2. Murai Batu Nias

gambar murai batu nias
Murai Batu Nias (bangeko – pinterest.com)
Untuk jenis Murai yang satu tidak sulit untuk dikenali, sebab Murai Batu Nias mempunyai ekor panjang sampai 17-20cm yang bewarna hitam pekat. Burung Murai yang satu ini juga mempunyai power kicauan gacor keras dan memiliki mental kuat. Selain itu Murai Nias ini mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi, karena kepandaian menirukan suara jenis burung pengicau lain dan bahkan suara manusia. Maka tak heran, jika unggas pengicau yang satu ini cukup menjadi primadona di mata komunitas Murai Batu di Tanah Air.

3. Murai Batu Lampung

gambar murai batu lampung
Murai Batu Lampung (nouvisf – youtube.com)
Sementara itu Burung Murai Batu Lampung mempunyai ekor yang lebih pendek dan kaku daripada jenis lain. Panjangnya bisa sampai 12 hingga 18cm. Jenis murai ini juga mempunyai kicauan luar biasa yang mampu menirukan jenis burung pengicau lain. Meskipun karakter suara yang dikeluarkannya cenderung berulang-ulang, namun semua terdengar cukup merdu dan keras. Selain itu, murai lampung dikenal sebagai burung yang mempunyai stamina kuat yang tidak mudah letih jika saat berkicau.

4. Murai Batu Aceh

gambar murai batu aceh
Murai Batu Aceh (azkaakhdan – youtube.com)
Murai Batu Aceh merupakan burung yang berasal dan paling banyak ditemukan di wilayah Sumatera Utara, khususnya daerah Provinsi Aceh. Jenis murai yang satu ini juga mempunyai ciri panjang ekor beragam yang rata-rata bisa tumbuh sampai 19-30cm. Selain itu, burung yang berasal dari kota Serambi Mekah ini juga bisa mengerluarkan suara ngeroll panjang dan gemar sekali mengeluarkan suara nembak. Meskipun ukuran bodi relatif lebih kecil, namun Burung Murai Aceh ini mempunyai mental petarung cukup baik. Tak jarang hal tersebut membuat Murai mania menjadi kagum.

5. Murai Batu Borneo

gambar murai batu borneo
Murai Batu Borneo (ucup si murai borneo – youtube.com)
Burung murai asal pulau Kalimantan ini juga menjadi perhatian khusus para penghobi burung saat ini, karena Murai Batu Borneo juga mempunyai penampilan dan kemampuan kicau yang mengagumkan. Di habitat aslinya, ia dikenal sebagai burung agresif yang selalu ngotot jika mendengar kicaun burung lain. Burung murai yang satu ini mempunyai ciri panjang ekor yang bisa tumbuh 8 hingga 13. Meskipun ukuran ekornya relatif lebih kecil, namun burung ini paling banyak mendapatkan apresiasi lantaran karakter suara gacor dan mental yang dimilikinya

Ternak Murni Dalam Penangkaran Murai Batu Poligami

Banyak penangkar murai batu menerapkan sistem poligami untuk menghemat induk jantan. Namun, apabila diamati, sebagian besar menggunakan model kawin-cabut. Ketika induk betina A mengeram, induk jantan dipisahkan dan dijodohkan dengan betina B. Kemudian saat betina B mengeram, induk jantan dipisahkan lagi dan dijodohkan dengan betina C. Demikian seterusnya. Pertanyaannya, dapatkah perkawinan poligami murni diterapkan, di mana satu kandang diisi seekor induk jantan dan 2 ekor induk betina?

Poligami murni pada murai batu
Poligami mursni bisa menghemat kandang dan induk jantan. (Foto: ETBF)
—-

Kalau kacer bisa, tentu murai batu pun bisa, karena banyak sekali kesamaan karakter di antara kedua jenis burung tipe fighter ini. Namun, sedikit sekali penangkar yang menerapkan poligami murni pada breeding murai batu. Umumnya menggunakan model kawin-cabut, seperti dilakukan Om Didik RBBF Gresik,
Salah seorang penangkar murai yang berhasil menerapkan poligami murni adalah Om Edy Susanto, pemilik ET Bird Farm Bandung. Dia punya pertimbangan sendiri dalam menerapkan poligami murni, antara lain :
  • Bisa meningkatkan kuantitas produksi / anakan murai batu.
  • Bisa menghemat induk jantan, khususnya yang benar-benar berkualitas.
  • Bisa menghemat kandang yang digunakan. Sebab pada poligami model kawin-cabut, seekor induk betina tetap harus menempati kandangnya sendiri.
  • Memudahkan perawatan dan pengontrolan.
Di alam liar, murai batu memang menganut sistem poligami murni. Pada setiap wilayah teritorialnya, seekor murai batu jantan bisanya didampingi beberapa ekor murai batu betina, serta belasan anakan dari masing-masing murai betina yang ada.
Hal ini dibenarkan sejumlah pemikat murai di perbatasan Sumatera Utara – Aceh. Para pemikat juga memiliki kebiasaan tersendiri, yaitu melepaskan kembali murai jantan dan beberapa murai betina ke habitatnya, agar mereka bisa terus berkembang biak.
Persyaratan sebelum melakukan poligami
Namun untuk menerapkan poligami murni dalam kandang penangkaran tidaklah mudah. Kalau Anda berniat melakukannya, maka harus ada beberapa perlakuan khusus terhadap MB trotol betina sejak sekarang.
Sejak anakan / trotolan, MB betina dipelihara bersama dalam satu kandang hingga mabung pertama, dan seterusnya sampai siap menjadi calon induk. Mengingat burung-burung betina ini sudah saling mengenal sejak kecil, maka risiko terjadi perkelahian relatif kecil.
Trotolan murai batu betina
Trotolan MB betina sejak kecil dipelihara dalam satu kandang,
—-
Murai batu betina sebaiknya dimasukkan ke kandang penangkaran kalau umurnya sudah mencapai 1 tahun, sehingga organ reproduksinya sudah berkembang sempurna. Sedangkan induk jantan lebih tua dari pada burung betina, misalnya 1,5 – 2 tahun.
Yang lebih penting lagi, induk jantan sebaiknya dipilih yang sudah pernah kawin dan terbukti mampu membuahi telur-telur dari pasangannya yang dulu. Jadi, sudah ada bukti jika induk jantan subur alias tidak gabuk. Kalau bisa, pilihlah induk jantan dengan kondisi emosional yang tidak berlebihan.
Memasukkan calon induk ke kandang
Setelah burung-burung betina sudah berumur 1 tahun, atau sudah siap dikawinkan, dan induk jantan sudah tersedia sesuai dengan kriteria yang dianjurkan, Anda bisa mengambil dua ekor burung betina dan memasukkannya ke kandang penangkaran.
Biarkan selama seminggu, supaya kedua calon induk betina ini dapat beradaptasi dengan lingkungan kandang yang baru. Mereka sudah mengenal satu sama lain sejak kecil, namun masih asing terhadap suasana kandang yang baru. Inilah pentingnya masa adaptasi, dan seminggu sudah cukup bagi kedua calon induk untuk beradaptasi.
Selama beradaptasi, kedua MB betina diberi pakan sebagaimana indukan murai lainnya, yaitu voer, jangkrik (30-40 ekor / hari), kroto segar (2 sendok makan / hari), dan cacing tanah (sepuasnya), yang ditempatkan dalam wadah pakan masing-masing.
Pemberian pakan berprotein tinggi ini sekaligus dimaksudkan untuk membuat burung betina birahi terlebih dulu, sehingga nantinya bisa memudahkan proses penjodohan. Anda juga bisa memberikan BirdMature, agar kelak lebih banyak telur yang fertil dan menetas, serta bisa membuat anakan yang baru menetas lebih sehat dan cepat bongsor.
Seminggu setelah burung betina beradaptasi, kini giliran burung jantan yang dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Namun burung jantan masih tetap berada dalam sangkarnya. Jadi, MB jantan bersama sangkarnya dimasukkan ke kandang.
Ini untuk mencegah penyerangan MB jantan terhadap dua ekor betina di kandang tersebut, karena belum saling mengenal. Selama di dalam sangkar, burung jantan juga mendapat pakan berprotein tinggi, plus BirdMature.
Poligami murni pada murai batu
Perlu pengontrolan ketat pada awal penjodohan. (Foto: ETBF)
—-
Karena dua burung betina lebih dulu birahi dan bisa bergerak lebih leluasa dalam kandang, mereka akan mendekati sangkar burung jantan. Biarkan burung jantan mengenal lebih dekat dengan burung betina selama beberapa hari.
Tidak ada ukuran waktu yang pasti, berapa hari keduanya akan berjodoh. Burung betina yang birahi biasanya akan bersiul-siul dengan ngeplong, dan akan terus mendekati burung jantan. Amati pula gerak-gerik burung jantan, apakah dia terlihat agresif saat didekati, atau terlihat tenang / nyaman.
Kalau burung jantan dan betina sering terlihat berdekatan, saling menyanyikan lagu, itu merupakan salah satu pertanda mereka sudah mulai berjodoh. Inilah saatnya melepas induk jantan ke kandang penangkaran.
Pelepasan induk jantan sebaiknya dilakukan petang hari, ketika kondisinya mulai gelap, sehingga tiga ekor calon induk ini akan segera mencari tempat untuk beristirahat.
Meski sebelumnya sudah terlihat berjodoh, belum tentu burung benar-benar berjodoh ketika berada di kandang penangkaran. Jadi, malam itu juga, perhatikan apakah burung jantan menunjukkan sikap agresifnya terhadap burung betina, atau justru burung betina yang agresif terhadap burung jantan.
Kalau situasi aman, barulah Anda boleh tidur nyenyak (he.. he..). Tetapi, esok hari, monitoring tetap dilanjutkan, untuk memastikan tidak ada penyerangan dari salah satu pihak, baik burung jantan dan betina. Jika sampai 1-2 hari suasana tetap aman, burung akan kawin pada masa tersebut, atau bisa juga beberapa hari sesudahnya.
Poligami murni pada murai batu
Kandang murai batu model poligami murni. Seekor MB betina sedang mengerami telur. (Foto: ETBF)
—-
Dari model poligami murni tersebut, Anda juga masih dapat memodifikasinya dengan sistem kawin-cabut. Jika kebetulan dua induk betina sedang bertelur dan / atau mengeram, pejantan bisa dipisah dan dijodohkan dengan dua induk betina di kandang sebelah.
Ini berarti, Anda bisa makin menghemat induk jantan, karena 1 jantan bisa mengawini 4 ekor induk betina dalam 2 kandang. Kelemahannya, Anda harus selalu menjodohkan ulang setiap melakukan kawin-cabut.
Semoga bermanfaat.